BUMDes Sanda Mamase Kembangkan Jagung dan Sayuran Rekomendasi Dapur MBG

jppos.id Sulbar. 26/1/2026 – MAMASA — Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sanda Mamase, Desa Rantekamase, Kecamatan Mamasa, terus memperkuat edukasi ketahanan pangan dan ekonomi desa melalui pengelolaan lahan tidur berbasis kelompok tani dasawisma. Komoditas utama yang dikembangkan meliputi tanaman jagung serta berbagai jenis sayuran, khususnya sayuran bawang dan tanaman hortikultura lain yang direkomendasikan langsung oleh dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Direktur BUMDes Sanda Mamase, Agus Belolangi, menegaskan bahwa pengembangan komoditas tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pendidikan praktis bagi warga desa. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis praktik, Agus terlibat langsung dalam penggarapan lahan bersama kelompok tani dasawisma sebagai bentuk edukasi lapangan agar masyarakat mampu mengelola lahan secara produktif dan berkelanjutan.

Hasil pertanian dari lahan yang dikelola tersebut dipasarkan secara langsung kepada masyarakat dan pedagang lokal, serta diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG. Pola pemasaran langsung ini dinilai mampu memperpendek rantai distribusi, menjaga kualitas produk, serta memberikan nilai ekonomi yang lebih adil bagi petani desa.

Sejalan dengan upaya BUMDes, Pemerintah Desa Rantekamase juga menunjukkan komitmen aktif dalam mendukung sektor pertanian desa. Kepala Desa Rantekamase, Arruan Pasauk, terus melakukan koordinasi dan komunikasi di tingkat kabupaten, khususnya dengan Dinas Pertanian, guna memperjuangkan bantuan alat dan sarana produksi pertanian. Di antara kebutuhan yang diusulkan adalah pengadaan traktor serta fasilitas pendukung lainnya untuk meningkatkan efektivitas pengolahan lahan dan produktivitas pertanian masyarakat.

Meski demikian, BUMDes Sanda Mamase masih menghadapi kendala keterbatasan sarana operasional. Hingga saat ini, BUMDes belum memiliki kendaraan operasional yang memadai untuk menunjang aktivitas pengelolaan lahan, pengangkutan hasil panen, serta distribusi produk ke pasar dan dapur MBG. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam optimalisasi program pemberdayaan ekonomi desa.

Kendati dihadapkan pada keterbatasan fasilitas, sinergi antara BUMDes dan Pemerintah Desa Rantekamase diharapkan dapat memperkuat pembangunan ekonomi desa yang berbasis edukasi, partisipasi masyarakat, dan ketahanan pangan lokal.

(HW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *