Banyumas, JPPOS.ID – Suasana halaman MI Ma’arif NU Kedung Wringin, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, pada Kamis (2/10/2025) tampak berbeda dari biasanya. Sekolah tersebut menggelar kegiatan bertajuk “Melestarikan Budaya” dengan nuansa tradisional yang meriah.
Para siswa, guru, hingga wali murid terlihat antusias mengikuti acara yang diwarnai dengan pakaian jadul (tempo dulu). Mereka juga disuguhi aneka jajanan pasar khas Jawa yang membawa suasana nostalgia, seolah kembali ke masa lalu.
Acara budaya ini tak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana pendidikan bagi generasi muda. Penggunaan busana tradisional dipandang penting untuk membangkitkan semangat, mengenang warisan leluhur, sekaligus menanamkan rasa bangga terhadap identitas budaya Banyumasan.
“Kegiatan seperti ini sangat perlu untuk uri-uri (melestarikan) budaya Jawa. Melalui pakaian tradisional dan jajanan pasar, anak-anak belajar langsung tentang kekayaan budaya kita, sekaligus melawan derasnya pengaruh budaya asing,” ungkap salah seorang guru MI Ma’arif NU.
Berbagai jajanan pasar khas Banyumas turut dihadirkan, mulai dari gethuk lindri, klepon, mendut, wajik, hingga mendoan. Makanan tradisional ini diolah dari bahan sederhana seperti tepung beras, singkong muda, gula merah, gula pasir, hingga parutan kelapa, namun memiliki cita rasa yang tidak kalah dengan kuliner modern.
Bagi masyarakat, jajanan pasar bukan sekadar makanan, melainkan juga simbol identitas budaya. Tradisi kuliner ini mengajarkan nilai kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan pada warisan leluhur.
Acara budaya di MI Ma’arif NU ini pun mendapat sambutan hangat dari para wali murid dan masyarakat sekitar. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus diadakan, agar anak-anak semakin mencintai budaya lokal sejak dini.
(Reporter: Sabar Eko Pramono – KA Biro Banyumas, JPPOS.ID)







