JPPOS.ID – Medan – Warga Kecamatan Medan Helvetia mengeluhkan keterbatasan lahan pemakaman umum bagi umat Kristen yang dinilai sudah penuh, sehingga menyulitkan saat memakamkan anggota keluarga.
Seorang warga berharap Pemerintah Kota Medan dapat menyediakan lahan pemakaman umum Kristen dengan biaya terjangkau. Keluhan tersebut disampaikan kepada Anggota DPRD Kota Medan, Robi Barus, saat kegiatan penyerapan aspirasi di Jalan Gaperta Ujung, Minggu (15/2/2026).
Keluhan serupa disampaikan Jonlis Purba. Ia menyebut kesulitan mendapatkan lahan pemakaman tidak hanya terjadi di Medan Helvetia, tetapi juga di sejumlah kecamatan lain. Menurutnya, beberapa lokasi pemakaman seperti Sei Bederah, Cinta Damai, dan Sei Semayang sudah penuh. Sementara itu, lahan pemakaman di Simalingkar B dinilai memiliki biaya yang relatif mahal bagi masyarakat.
Jonlis yang juga Ketua PAC PDI Perjuangan Medan Helvetia menambahkan pihaknya kerap menerima keluhan serupa, termasuk dari Serikat Tolong Menolong (STM) yang kesulitan saat hendak memakamkan anggotanya.
Ia juga menyebut Pemerintah Kota Medan telah membentuk Badan Pengelola Perkuburan Kristen (BP2K). Namun, sosialisasi kepada masyarakat, khususnya STM, dinilai masih minim sehingga banyak warga belum mengetahui keberadaan badan tersebut.
Menanggapi hal itu, Robi Barus meminta Pemerintah Kota Medan serius menangani keterbatasan lahan pemakaman umum bagi umat Kristen. Menurutnya, persoalan tersebut bukan hal baru karena sebelumnya ia juga menerima keluhan serupa, sehingga diperlukan langkah konkret dari pemerintah daerah.
Ia juga meminta pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga kepala lingkungan meningkatkan sosialisasi terkait BP2K agar masyarakat terbantu dalam memperoleh lahan pemakaman. Robi berharap langkah tersebut dapat memberikan kepastian dan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh layanan pemakaman yang layak dan terjangkau. (JPP/RT)







