Kegiatan Kampung KB Desa Osango Fokus pada Pencegahan Stunting

jppos.id – Mamasa Sabtu 18 Oktober 2025, Sulawesi Barat — Kegiatan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) Desa Osango, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, provinsi Sulawesi Barat, berlangsung dengan penuh antusias. Acara tersebut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Mamasa, Adel Welem Sambolangi, yang turut menyerahkan bantuan telur bagi keluarga baduta berisiko stunting berdasarkan data KRS Desa Osango.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua TP PKK Desa Osango, masyarakat setempat, kader Posyandu, kader IMP, kader TPK, penyuluh KB PNS, serta PLKB non-PNS Kecamatan Mamasa.

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Mamasa, Adel Welem Sambolangi menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah desa, kader, dan masyarakat dalam menurunkan angka stunting di tingkat desa.

> “Pencegahan stunting harus dimulai dari keluarga. Mari kita perhatikan asupan gizi anak-anak kita sejak dini. Posyandu bukan sekadar tempat penimbangan, tetapi tempat kita memastikan generasi Mamasa tumbuh sehat dan cerdas,” ujar Ketua TP PKK Kabupaten Mamasa.

Sementara itu, Petugas Gizi Puskesmas Mamasa, Meylanny, SKM, menjelaskan bahwa pencegahan stunting dimulai dari deteksi dini di posyandu melalui pemantauan pertumbuhan balita setiap bulan. Jika ditemukan balita dengan berat badan tidak naik, berat badan kurang, atau gizi kurang, maka dilakukan intervensi berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal sesuai status gizi masing-masing balita.

Meylanny juga memaparkan prinsip dasar pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), yaitu:

1. Tepat waktu

2. Adekuat (cukup energi, protein, vitamin, dan mineral)

3. Aman

4. Pemberian secara aktif dan responsif

Selain itu, pemberian MP-ASI harus mempertimbangkan usia balita, frekuensi makan, jumlah setiap kali makan, tekstur atau kekentalan, variasi makanan, serta menjaga kebersihan dalam proses pemberian makan.

Kegiatan Kampung KB Desa Osango ini dilaksanakan di bawah pimpinan Koordinator Kecamatan Mamasa, Yulierawati, S.I.Kom, yang menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana) sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Mamasa.

> “Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut di semua desa. Kolaborasi lintas sektor adalah kunci keberhasilan dalam membangun keluarga berkualitas dan bebas stunting,” ujar Yulierawati. ( Herman. P)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *