SUMUT – JURNAL POLISI Pos. Area Pergudangan disimpang Gas pasar 9 (IX) Jl. veteran, Labuhan Deli, Deliserdang, Sumut, dijadikan tempat penimbunan, pengoplosan BBM subsidi jenis Pertalite dicampurkan dengan Bahan minyak Konden secara ilegal.
Gudang Pertama, tepatnya masuk gang pertama sebelah kanan dari Simpang Gas Jl. Veteran.

Kemudian Gudang kedua Milik Lilik dan Dodi, saat memasuki gudang kedua ini, terlihat langsung kru media Jurnal Polisi Pos asa sejumlah orang tengah duduk santai, karena lagi jam istirahat menunggu bahan masuk.

Salah seorang pekerja digudang itu bernama Andre, bertanya prihal kedatangan kru media ini.
“Dari mana bang, cari siapa?” Tanya Andre, 25 Januari 2026, Sore.
Kru media pun menjelaskan, bahwa kedatangan kru media, untuk mengkonfirmasi terkait aktivitas gudang itu kepada Pemilik usaha bernama Lilik atau Dodi.
“Saya Dari Media bang, mau konfirmasi soal gudang ini, Kalau bisa jumpa kepada pemilik, ke bang Lilik aja,” jelas Kru media ini.
Andre salahsatu karyawan itupun mengarahkan kru media ini kesalahsatu warung yang tidak jauh dari Gudang tersebut.
“Kewarung depan itu aja bang, disitu aja kalau mau jumpa sama dia,” Andre mengarah kan kru media ini.
Sembarin keluar menghitung jumlah armada atau mobil tangki warna biru putih berjejer, ada sekitar 6 Unit.
Sejumlah mobil tangki biru putih itu diduga sebagai pelangsir BBM yang diduga sudah di OPLPOS atau BBM resmi dicampur dengan Bahan minyak Konden.
Diketahui, dan menurut informasi dari warga setempat dan terkonfirmasi dari pihak gudang itu, bahwa Pemilik usaha didalam gudang itu adalah Lilik dan dibantu oleh Dodi serta punya karyawan 5 orang, salahsatunya bernama Andre.
Sebelumnya, Saat diperjalanan menuju gudang tersebut, terlihat ada Mobil tangki BIRU PUTIH dengan laju perlahan – lahan dan masuk kedalam gudang itu.
Gudang Ketiga belum diketahui milik siapa. Lokasi gudang ketiga ini, masuk dari simpang gas dari depan lurus saja sampai ujung ketemu simpang 4, masuk kanan, lurus setelah gereja sebelah kiri, terus lagi gudang nya berada sebelah kanan, seberang rumah warga.
Gudang ketiga ini, punya oknum TNI, menurut informasi dari orang yang jaga atau pekerja bahwa usaha didalam gudang itu punya seorang oknum TNI.
Terkait keterlibatan oknum Anggota TNI itupun, kru media masih dalam tahap pengujian dan pengecekan kebenaran informasi tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun kru media ini, aktivitas para pekerja didalam gudang-gudang itu, diduga kuat mengoplos atau mencampurkan BBM yang resmi atau yang asli dengan bahan minyak Konden dengan perbandingannya sesuai yang mereka butuhkan.
Jadi, BBM yang di oplpos tadi, sangat tidak baik atau tidak sehat untuk dikendaraan.
Karena kualitasnya, sudah tidak sesuai sebagaimana biasanya dari hasil UJI LABORATORIUM LEMIGAS, tidak sesuai standart dan Spasifikasi pemerintah serta nilai oktannya tidak stabil.
Dan apabila dipergunakan pada kendaraan, maka kendaraan tersebut mengalami akan kerusakan pada mesin.
Tanda tanda jika BBM subsidi yang sudah di oplos dan kita gunakan pada kendaraan, contoh pada sepeda motor, yaitu pertama kendaraan kita itu suara mesin terasa kasar, laju kendaraan berat, suara tanding atau sokar lebih kasar dibanding sebelumnya kita gunakan BBM yang di oplos tadi.
Bahkan kendaraan sering mogok, tiba tiba mati mesin, bahwa dihidupkan lagi.
Jadi, waspadai lah BBM Jenis Pertalite PALSU. apa lagi eceran di kaki lima, itu kebanyakan bukan BBM Pertalite Murni lagi, alias sudah di oplos..
Diminta kepada Pihak Polres Belawan dan Polda Sumut agar melakukan penyelidikan dan apa bila ditemukan Barang bukti BBM subsidi dan atau adanya unsur penyalahgunaan BBM subsidi digudang tersebut, agar ditindak tegas serta diproses secara hukum sesuai ketentuan hukum yang berlaku terhadap pelakunya.
Bersambung….
Cp. Hp 082379448484








