MEDAN – JURNAL POLISI Pos. Masyarakat Kota Medan Minta Polisi segera grebek Gudang penimbunan BBM Subsidi jenis bio Solar Milik Hj. Ashari yang berada dijalan Mengaan VIII, Pasar VIII, Kelurahan Mabar, Kec. Medan Deli, Kota Medan.
Gudang tersebut bebas beroperasi, diduga aktivitasnya ilegal dan sudah bertahun berjalan, APARAT penegak hukum, dalam hal ini kepolisian terkesan tutup mata.
Masyarakat Kota Medan, meminta agar Aparat kepolisian baik Polres Belawan maupun Polda Sumut, menggrebek serta menindak tegas pihaknya baik pekerja pengelolah maupun pemilik gudang, dalam hal ini Hj. Ashari yang terkesan seakan-akan kebal hukum.
Sebab, menurut informasi, salah satu gudang di pasar III Mabar tepatnya di jalan Mangaan VIII Mabar Medan Deli, Kota Medan itu, diduga ada koordunasi dengan OKNUM POLISI dan juga sebagai pemback up dari satuan TNI.
“Itu sudah pasti ada koordinasi dengan ke oknum Polisi bang,,, sebab gudang itu beroperasi bebas tanpa disentuh APH, dan kami lihat ada oknum dari satuan TNI pemback up, makanya susah juga di grebek.” ungkap salah seorang masyarakat sekitar yang tidak mau di publis namanya. Jumat (24/01/2026) Sore.
Diduga Kuat Hj. Ashari Pemilik gudang penimbunan BBM Subsidi itu juga, saat ditelepon melalui whatsApp, menawarkan sejumlah uang, agar berita yang sudah terbit di jurnal Polisi Pos id, dihapus.
Tidak hanya itu, Hj. Ashari juga menjanjikan atau iming iming kan dan atau menawarkan sejumlah uang tiap bulannya jika deal dan terima uang untuk menghapus (Take down) berita tersebut.
Dengan sikap dan tindak Hj. Ashari tersebut, menunjukan bahwa perbuatannya yang diduga kuat menyalahgunakan BBM subsidi Jenis bio solar itu jadi terang benderang, dan menjadi Petunjuk yang kuat yang menyalahgunakan BBM Subsidi itu.
Keberadaan gudang itupun, membuat warga sekitar ketakutan jika terjadi kebakaran dan insiden lainnya yang sangat beresiko tinggi.
Salah seorang warga, pada hari jumat (23/01/2026) Sore, mengungkapkan bahwa dilokasi gudang kerap masuk mobil truck Tanki diduga berisi BBM hingga sekarang.
Namun, menurutnya mobil tersebut tidak diketahui untuk apa masuk ke gudang tersebut.
“Sering masuk mobil truck tangki biru putih bang. Kami tidak tahu apakah gudang itu dijadikan penimbunan atau tidak, tapi kami mengetahui bahwa gudang itu sering mobil truk keluar masuk.” kata warga tersebut.
Bersambung…







