Bongkar Muat Diduga Barang Illegal Dari Malaysia Kembali Aktifitas Di ” Pelabuhan Tikus” Rohil

Jppos.id / Rohil – Kegiatan bongkar muat barang yang diduga merupakan import illegal kembali menghiasi wilayah perairan Sungai Rokan, tepatnya di lokasi tidak resmi yang dikenal sebagai “Pelabuhan Tikus” sekitar Jembatan Pedamaran II, Kecamatan Pekaitan. Kegiatan yang berlangsung tanpa segerakan pihak berwenang ini menjadi ancaman nyata bagi ketertiban perdagangan nasional dan perekonomian lokal.

Pantauan langsung awak media hari Senin (16/02), sebuah kapal besar berwarna putih biru terlihat jelas bersandar di pinggir sungai. Di sekitarnya, sejumlah mobil dum truk berjejer rapi siap mengangkut muatan yang diperkirakan antara lain bawang merah dan barang lain yang identitasnya masih misterius. Aktivitas berjalan dengan sangat lancar dan terorganisir – seolah direncanakan matang jauh hari tanpa ada rasa takut akan penindakan.

Tidak satu pun petugas dari Bea Cukai, Kepolisian, atau Syahbandar terlihat mengawasi proses tersebut, padahal wilayah ini seharusnya berada dalam pengawasan ketat pemerintah daerah. Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena “Pelabuhan Tikus” bukan pertama kalinya menjadi sarang kegiatan dengan legalitas yang meragukan.

Informasi sebelumnya menunjukkan adanya pola yang sama – dilaksanakan pada waktu tertentu dengan koordinasi terstruktur antara pengelola kapal, sopir truk, hingga pihak yang mengatur distribusi barang.

“ADA AKTOR TERSEMBUNYI YANG MENYOKONG”

Ketua Ikatan Media Online (IMO) Kabupaten Rokan Hilir, Heriandi Bustam, SH, yang turut memantau lapangan, menegaskan adanya dugaan aktor tersembunyi di balik seluruh rangkaian aktivitas. Menurutnya, kegiatan semacam ini mustahil berjalan tanpa dukungan dari pihak yang memiliki akses dan pengetahuan tentang kondisi wilayah serta sistem pengawasan daerah.

“Kita sudah langsung melaporkan kepada Dandim 0321 Rohil Letkol Inf. Diki Apriyadi, Kepolisian setempat, dan Syahbandar agar segera melakukan pengecekan di lapangan. Pihak berwenang harus mengambil tindakan tegas dan cepat,” tegasnya saat diwawancarai.

Ia menambahkan, “Kita tunggu tindak lanjutnya, tapi kami tidak akan tinggal diam. Kami akan terus pantau dan gali informasi agar tidak ada yang bisa leluasa melanggar hukum di Rohil.”

Awak media akan terus menyelidiki mendalam untuk mengungkap identitas seluruh aktor yang terlibat, mulai dari menelusuri asal-usul kapal yang diduga berasal dari Malaysia, hingga melacak siapa saja yang bertanggung jawab atas koordinasi, penyimpanan, dan distribusi barang ke dalam negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *