JPPOS.ID – Medan – Derasnya aliran Sungai Denai yang melanda sejumlah kawasan di Kota Medan beberapa waktu lalu tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga merusak infrastruktur. Salah satu titik terdampak parah berada di Jalan Inspeksi atau Jalan Air Bersih Ujung, Lingkungan IV, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai. Zona penyangga sungai di kawasan tersebut dilaporkan amblas hingga membuat badan jalan nyaris terputus.
Kondisi tersebut juga mengancam sejumlah rumah warga yang berdiri di tepi sungai. Salah seorang warga, Ontong Gultom, mengatakan derasnya arus Sungai Denai menyebabkan lahan penyangga yang ditumbuhi pohon mahoni runtuh dan terseret arus sungai.
Ontong menjelaskan, Jalan Inspeksi memiliki fungsi vital bagi masyarakat sekitar. Selain menjadi akses utama menuju SMA Negeri 14 Medan dan tempat ibadah Bale Parsantian Parmalim Medan, jalan tersebut juga kerap digunakan sebagai jalur alternatif untuk mengurai kemacetan di Jalan Seksama menuju Simpang Harapan Pasti dan Jembatan Seksama.
Dengan kondisi yang semakin memburuk, warga berharap Pemerintah Kota Medan segera melakukan penanganan darurat. Ontong mengusulkan pembangunan bronjong atau penguatan tebing di sepanjang bantaran Sungai Denai guna mencegah kerusakan lebih parah serta melindungi permukiman warga.
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan, El Barino Shah, mendorong Pemko Medan segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II. Menurutnya, perbaikan di bantaran sungai tidak dapat ditunda karena menyangkut keselamatan warga dan kelancaran aktivitas masyarakat.
“Perbaikan pinggir sungai harus segera dilakukan karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (3/12/2025).
El Barino juga meminta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan melakukan langkah perbaikan sementara untuk menahan longsoran tebing agar kerusakan tidak semakin meluas. (JPP/RT)







