
JPPOS.ID || BENGKULU SELUMA— Keluhan warga Desa Sari Mulyo, Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma, terkait bau menyengat yang diduga berasal dari aktivitas pabrik minyak goreng milik PT Olein Sawit Lestari, hingga kini belum mendapat respons dari pemerintah desa setempat.
Salah seorang warga, Sukarti, mengaku belum pernah dihubungi secara resmi oleh pihak pemerintah desa sejak keluhan tersebut mencuat ke publik.
“Sampai sekarang belum ada. Secara resmi belum ada yang menghubungi,” ujar Sukarti saat diwawancarai, Kamis (2/4/2026).
Tak hanya itu, ia juga menyebut belum ada komunikasi langsung dari pihak kecamatan kepada dirinya, termasuk untuk memastikan kondisi di lapangan.
“Kalau ngecek saya tidak tahu. Tapi kalau untuk menghubungi saya langsung atau datang ke sini, belum ada,” katanya.
Menurut Sukarti, bau menyengat masih kerap tercium di sejumlah wilayah, seperti Desa Sari Mulyo, Kayu Arang, hingga kawasan sekitar lainnya. Kondisi tersebut dinilai sangat mengganggu aktivitas warga sehari-hari.
Sukarti berharap pemerintah desa dapat segera mengambil peran aktif dalam menjembatani komunikasi antara warga dan pihak perusahaan, mengingat kepala desa merupakan representasi masyarakat.
“Harapan saya, kepala desa bisa bekerja sama dengan warga dan juga dengan pihak pabrik. Karena ini bukan cuma satu desa, tapi ada beberapa desa yang terdampak,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, tuntutan warga sederhana, yakni ingin kondisi udara kembali bersih seperti sebelum pabrik beroperasi.
“Saya cuma ingin udara di Sari Mulyo dan sekitarnya kembali bersih seperti dulu. Karena sekarang baunya masih ada,” pungkasnya.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Sari Mulyo belum membuahkan hasil. Saat didatangi ke kediamannya, pihak keluarga menyebut yang bersangkutan baru pulang dari Kantor Camat Sukaraja dan langsung beristirahat.
“Ia baru pulang dari kantor camat, sekarang sedang tidur. Saya tidak berani membangunkannya,” ujar seorang anggota keluarga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa maupun kecamatan terkait keluhan tersebut.
Heno.







