JPPOS.ID || BENGKULU SELUMA – Desa Pasar Seluma Kecamatan Seluma Selatan Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu, melalui Dana Desa DD tahun anggaran 2025 kembali membuat kejutan pada masyarakat desa Pasar Seluma.
Mengingat desa pasar Seluma merupakan desa pesisir pinggiran pantai dan dikelilingi lahan gambut, lahan ini sangat sulit untuk dikelola sebab lahan ini sangat terdampak dengan naik pasang surut saat air pasang dilaut, sehingga sangat tidak memungkinkan masyarakat untuk mengelolanya.
Setelah melalui musyawarah dari masyarakat, pemerintah desa pasar Seluma menggelontorkan anggaran Dana Desa DD, berdasarkan geografis yang digenangin air akhirnya sepakat membuat petakan kolam, yang nantinya akan dikelola oleh BUMDES bersama masyarakat dengan harapan bisa menambah Pendapatan Asli Desa (PAD) yang tentunya juga meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
Dengan memanfaatkan lahan masyarakat yang selama ini merupakan lahan tidur dan sangat tidak memungkinkan diolah masyarakat, dengan anggaran dana desa sebesar Rp 180.175000 dengan ukuran kolam satu 20m×20m dengan jumlah 21 petak kolam kepala desa berharap bisa memberikan nilai yang ekonomis kedepannya.
“lahan yang dibuat kolam ini memang dari dulu merupakan lahan tidur, dengan dibuatkan kolam ikan kita akan membudidayakan ikan yang sesuai kadar air, yang nantinya kita akan mengundang dinas instansi terkait untuk menentukan ikan yang akan kita budidayakan,” ucap yus Sukardi kepala desa Pasar Seluma.
” kalau masalah system hasil kita akan limpahkan ke BUMDES, dengan masyarakat system nya juga bagi hasil dengan itung itungan yang disepakati, pengelolaan semua kita limpahkan ke BUMDES sepenuhnya,”ucap yus Sukardi lagi
warga yang lahannya dijadikan kolam juga sangat berterima kasih atas perhatian pemerintah desa Pasar Seluma.
“kami dari masyarakat yang pada umumnya merupakan yang memiliki lahan yang kini dijadikan kolam sebagai budidaya ikan sangat berterima kepada perangkat desa terutama kepala dusun juga kepala desa, dengan susah payah menyulap lahan yang selama ini merupakan lahan tidur dan tidak mungkin kami mengelolanya, mengingat dengan anggaran, kalau dari dulu merupakan lahan terbengkalai bisa dikatakan lahan tidur dan kurang bermanfaat, namun sekarang Alhamdulillah akan menjadi lahan yang bermanfaat dan nilai yang ekonomis” tutur warga.
Heno.







